Kelas & ruang belajar
Tiap kelas punya ruangnya sendiri: materi, daftar tugas, daftar ujian, pengumuman, dan rekap nilai dalam satu tempat. Guru melihat kelas dan mata pelajaran yang memang ia pegang.
Kelas, materi, tugas, absensi, perpustakaan, dan raport dalam satu sistem, beserta ujian digital yang menilai sendiri.
Tanpa kartu kredit · Jalan di HP dan laptop siswa · Data lama bisa kami pindahkan
Enam modul yang dipakai bergantian sepanjang hari, memakai satu data yang sama, sehingga guru berhenti memindahkan angka yang sama antar-buku dan antar-Excel.
Enam modul yang menjalankan kegiatan belajar sekolah, bukan enam aplikasi terpisah yang datanya harus disamakan sendiri.
Tiap kelas punya ruangnya sendiri: materi, daftar tugas, daftar ujian, pengumuman, dan rekap nilai dalam satu tempat. Guru melihat kelas dan mata pelajaran yang memang ia pegang.
Unggah berkas, tautkan Google Drive, atau tulis langsung di halaman. Siswa membukanya dari HP tanpa memasang aplikasi apa pun.
Bagikan tugas ke satu kelas, terima pengumpulan berkas maupun tautan, lalu beri nilai dan catatan di halaman yang sama. Yang belum mengumpulkan terlihat tanpa dicari.
Satu tablet digantung di dinding membaca kartu QR DAN wajah sekaligus dari kamera depan — siswa tidak perlu tahu lebih dulu akan diabsen dengan cara yang mana. Bisa juga ditandai manual per kelas dan per tanggal, lengkap dengan izin, sakit, dan surat keterangannya. Rekap sepekan sampai satu semester siap dipakai untuk raport maupun laporan wali murid.
Katalog buku dengan QR per eksemplar, peminjaman dan pengembalian multi-scan, hitung denda keterlambatan, sampai kas perpustakaan.
Nilai per mata pelajaran ditarik dari hasil ujian dengan bobot per jenis ujian yang sekolah tentukan, lengkap dengan KKM, remedial, dan predikat A sampai E.
Siswa pindah kelas sekali, dan seluruh modul ikut tahu. Tidak ada berkas yang diunggah ulang ke tiap modul, dan tidak ada daftar yang tertinggal versi lama.
Yang paling memakan waktu di sekolah bukan mengisi nilai, melainkan menyamakan data yang tersebar di banyak tempat.
Satu daftar siswa dipakai kelas, tugas, absensi, perpustakaan, dan raport. Tidak ada berkas Excel yang harus diunggah ulang ke tiap modul.
Ujian yang sudah dinilai langsung menjadi bahan raport akhir semester, bukan angka yang harus disalin lagi ke lembar terpisah. Nilai tugas tercatat di tempat yang sama dan terlihat orang tua di cek progres.
Admin, guru, siswa, dan wali murid memakai satu alamat yang sama. Yang berbeda hanya apa yang terlihat setelah masuk.
Guru tidak perlu belajar seluruh sistem. Yang tampil di layarnya hanya kelas dan mata pelajaran yang ia pegang.
Pertanyaan pertama kepala sekolah hampir selalu sama: berapa lama guru saya harus belajar memakainya. Jawabannya bergantung pada seberapa sedikit yang perlu ia lihat.
Data siswa dan guru, kelas, mata pelajaran, tahun ajaran, sampai penerbitan raport. Satu layar untuk melihat apa yang belum beres — nilai yang belum masuk, absensi yang belum ditutup, tugas yang belum dinilai.
Hanya kelas dan mapel yang memang ia pegang, tanpa perlu menyaring apa pun. Membagikan materi, membuat tugas, menilai, dan menyusun ujian dari bank soal yang sudah ada.
Siswa membuka materi, mengumpulkan tugas, dan mengerjakan ujian dari HP. Orang tua bisa mengecek nilai dan kehadiran anaknya tanpa perlu akun — cukup lewat halaman cek progres.
Katalog, peminjaman multi-scan, pengembalian, denda, dan kas. Terhubung ke data siswa yang sama, jadi tidak ada daftar anggota yang harus diurus terpisah.
Satu layar penuh di tablet gerbang: kartu dan wajah terbaca bersamaan, hasilnya muncul besar dan hilang sendiri supaya antrean terus jalan.
Tanpa berlangganan sistem kedua, dan tanpa memindahkan data siswa ke mana pun.
Enam tipe soal termasuk soal cerita. Pilihan ganda dihitung saat siswa submit, dan esai dibantu penilaian AI sebelum diperiksa guru.
Pindah tab dan split screen tercatat, kamera memeriksa wajah siswa secara berkala, semuanya di peramban biasa.
Hasil ujian langsung menjadi bahan raport, dengan bobot per jenis ujian yang sekolah tentukan sendiri.
Impor data siswa lewat templat Excel, susun kelasnya, lalu tentukan guru pengampu tiap mata pelajaran.
Unggah bahan ajar, jadwalkan tugas beserta tenggatnya, dan siswa langsung melihatnya di ruang kelasnya.
Guru menilai pengumpulan di halaman yang sama, dan absensi harian dicatat lewat pindai kartu, pengenalan wajah, atau tanda manual.
Di akhir semester raport tersusun dari nilai ujian yang sudah ada. Tinggal diperiksa lalu dicetak.
Fiturnya sudah disebut di atas. Bagian ini menjawab pertanyaan yang berbeda: apa yang tidak perlu lagi saya kerjakan?
Rekap absensi disalin dari buku piket ke Excel tiap akhir bulan.
Rekapnya sudah jadi begitu piket terakhir selesai memindai.
Nilai tugas ada di WhatsApp guru, nilai ujian di berkas lain, raport diketik ulang.
Nilai tugas dan ujian tercatat di satu tempat, dan raport tersusun dari nilai ujian dengan bobot yang sekolah tentukan sendiri.
Tugas dikumpulkan lewat chat, dan yang belum mengumpulkan dihitung manual.
Yang belum mengumpulkan terlihat di layar tanpa dicari.
Siswa pindah kelas, dan enam daftar harus diperbarui satu per satu.
Diubah sekali; kelas, tugas, absensi, perpustakaan, dan raport ikut.
Buku perpustakaan dicatat di buku besar, denda dihitung dengan kalkulator.
QR per eksemplar, denda terhitung sendiri, kas ikut tercatat.
Ujian dicetak, digandakan, lalu dikoreksi bertumpuk sampai malam.
Pilihan ganda dinilai seketika; guru hanya membaca esainya.
Yang menghentikan sekolah pindah bukan harganya, melainkan takut mandek di tengah jalan.
Kirim berkas Excel data siswa, guru, dan kelas apa adanya. Kami rapikan dan masukkan — sekolah tidak perlu mengetik ulang satu baris pun.
Sesi daring bersama guru dan admin, memakai data sekolah Anda sendiri. Yang dilatih hanya layar yang memang akan mereka pakai.
Pertanyaan saat ujian berlangsung dijawab di jam itu juga, bukan lewat tiket yang dibalas keesokan hari.
Token terpakai saat ada yang benar-benar dikerjakan siswa — ujian, pengumpulan tugas, dan kehadiran. Menyiapkannya tidak dipungut apa pun.
Menyusun kelas, mengunggah materi, membuat tugas, menata bank soal, dan menerbitkan raport tidak memakai token sama sekali. Sekolah baru mendapat 500 token gratis, cukup untuk berminggu-minggu pemakaian nyata.
1 token saat seorang siswa memulai satu ujian. Ujian yang terputus lalu dilanjutkan tidak memotong token lagi.
1 token saat siswa mengumpulkan tugas. 3 kali perbaikan berikutnya tidak dihitung, supaya siswa tidak ragu memperbaiki pekerjaannya.
1 token untuk setiap 10 siswa yang hadir dalam sehari — satu kelas berisi 30 siswa memakai 3 token per hari.
Ditagih 12 bulan sekali untuk sekolah yang berkegiatan setiap hari: ujian, tugas, dan absensi tanpa batas, dan token tidak lagi dihitung sama sekali.
Tidak. Keduanya satu aplikasi dengan satu data siswa. Yang berbeda hanya halaman depannya: alamat ini menonjolkan kegiatan belajar harian, dan alamat ujian menonjolkan pelaksanaan ujian. Sekolah yang masuk dari sini tetap bisa memakai seluruh fitur ujian.
Layar guru sengaja dibatasi pada kelas dan mata pelajaran yang ia pegang, jadi yang perlu dipelajari hanya empat hal: membuka kelas, mengunggah materi, memberi tugas, dan menilai. Pendampingan saat pemindahan data juga kami bantu di awal.
Tidak. Semuanya berjalan di peramban: HP, laptop, atau komputer laboratorium. Tidak ada aplikasi yang harus dipasang, dan tidak ada perangkat khusus yang harus dibeli.
Tidak harus. Materi bisa berupa tautan Drive, dan pengumpulan tugas pun menerima tautan. Sekolah yang ingin menyimpan berkasnya di sini juga bisa mengunggah langsung.
Ya, bila sumber kehadiran di Pengaturan Raport disetel ke “Sistem absensi”: jumlah hadir, izin, sakit, dan alpa dihitung sendiri dari absensi harian sepanjang semester itu, jadi tidak ada yang perlu dihitung ulang dari buku absen di akhir semester.
Perpustakaan, kelas, materi, dan raport tidak dipungut token. Yang memakai token Rp 500: pengerjaan ujian, pengumpulan tugas, dan absensi — satu token mencakup 10 siswa yang hadir dalam sehari. Sekolah yang berkegiatan setiap hari biasanya lebih hemat memakai langganan, yang tidak memakai token sama sekali.
Ceritakan keadaan sekolah Anda: jumlah siswa, modul yang paling dibutuhkan, dan data yang sudah ada. Kami bantu menyiapkannya.
Isian ini akan tersusun menjadi pesan WhatsApp. Tidak ada yang terkirim sebelum Anda menekan kirim di WhatsApp.
Sebutkan perkiraan jumlah siswa supaya kami bisa menyiapkan contoh yang sesuai ukurannya.